Langsung ke konten utama

Ai Model sampai Ai Sound

Pada tahun 2022 saya mencoba membuat sebuah Model LoRa Ai di SeaArt, CivitAi, dan Stabil Difusi sebagai media pembelajaran agar tidak melanggar etika Ai yang banyak digunakan oleh kalangan Prompter adalah model Artis real seperti Aespa, Black Pink dll.

Sehingga terpikir oleh saya , perlunya memiliki model yang fix, maka proses pembuatan model tersebut menggunakan FaceApp yaitu dengan mengubah wajah yang di Transfer Gender ke Wanita dengan downgrade range umur 17-20 tahun.

Proses pembuatan kontent lebih banyak dengan membuat prompt di gemini atau mengambil foto di pinterest dan Redit, dengan melakukan FaceSwap menggunakan HelloFace DIY Swap.

Sebagai Ambassador di HelloFace saya mempunyai tugas melakukan promo di sosial media, dengan media komunikasi utama kami adalah discord, 2 tahun berjalan akhirnya Aplikasi itu tumbang dan hilang di telann jagat maya, banyak Model Ambassador sampai sekarang merasa kehilangan nyawa, tapi tidak buat saya, karena berbekal ilmu Ai yang sedikit saya masih tetap membuat model-model mungkin saat ini ModelAi yang saya buat berjumlah 7 karakter.

Media bergerilia Ai masih banyak dilakukan oleh kawan-kawan saya di Discord via Instagram saya melihat mereka menjadi lebih kuat dalam mempertahankan karakternya.

Ada satu kawan saya di tahun lalu mengajarkan saya Ai berbasis sound, ternyata dia menggarap lagu-lagu mandarin klasik, di youtub musik, karena dia memang adalah orang china hongkong, saya dapat berkomunikasi menggunakan bahasa mandarin kalasik via google translate.

Berbicara Ai Sound kami menggunakan Suno dan saya memilih soudcloud sebagai media penyimpan, entah Spotify sangat ketat dalam mengawasi musik Ai kala itu.

Oke begitulah curhatan ku mengenai Ai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kematangan dalam berkarir

Disaat Vheyranda menapaki usia dua puluh satu tahun dengan ambisi yang membara di balik dinding-dinding megah University of Tokyo. Ia bukan sekadar mahasiswi yang tenggelam dalam tumpukan buku tebal, melainkan seorang pengejar kebenaran yang mulai meniti karier sebagai jurnalis paruh waktu di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan tersebut. Hari-harinya adalah perpaduan ritme yang melelahkan antara ruang kelas yang penuh dengan teori akademis dan lapangan tugas yang menuntut kecepatan berpikir serta insting tajam. Vheyranda belajar untuk menyeimbangkan dua dunia; di satu sisi, ia adalah penuntut ilmu yang disiplin, sementara di sisi lain, ia adalah pemburu berita yang tak kenal lelah, meliput berbagai isu sosial di sudut-sudut Tokyo yang mungkin luput dari perhatian publik. Ketekunannya itu tidak sia-sia, karena perlahan namun pasti, ia membangun reputasi sebagai sosok yang gigih, hingga pada akhirnya, di usia dua puluh enam tahun, dedikasinya diganjar dengan posisi sebagai jurnalis penu...

Tokoh klasik Mia Pade dan Wekoila

Mia Pade adalah salah satu tokoh legendaris dalam sejarah dan budaya masyarakat di Konawe, Sulawesi Tenggara. Dalam tradisi lisan masyarakat setempat, Mia Pade dikenal sebagai seorang pemimpin perempuan yang bijaksana dan memiliki peran penting dalam proses mediasi dan penyelesaian konflik. Nama Mia Pade sering dikaitkan dengan nilai-nilai kebijaksanaan, keadilan, dan kemanusiaan. Ia dihormati karena kemampuannya untuk mendamaikan perselisihan antara kelompok atau komunitas yang berbeda di wilayah Konawe pada masa lalu. Kisahnya menjadi bagian dari warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun melalui cerita rakyat, nyanyian, dan ritual adat. Dalam beberapa versi cerita, Mia Pade juga digambarkan sebagai simbol kekuatan perempuan di tengah masyarakat yang cenderung patriarkal. Namanya sering kali digunakan sebagai inspirasi dalam berbagai kegiatan budaya, pendidikan, dan bahkan politik lokal di Konawe. Walau mempunyai kemiripan, Mia Pade dan Wekoila adalah dua tokoh yang berbed...

Sejarah wilayah Konawe

Perkembangan suku Tolaki, sangat terkait erat dengan sejarah wilayah Konawe dimana suku Tolaki sebagai penghuni asli wilayah tersebut. Konawe merupakan salah satu wilayah tertua di Sulawesi Tenggara yang memiliki jejak peradaban sejak masa pra-Islam, dengan struktur masyarakat yang telah terbentuk melalui kerajaan-kerajaan lokal. Awal mula nama "Konawe" berasal dari dua kata dalam Bahasa Tolaki, yaitu "Kona" yang berarti "tanah" dan "We" yang berarti "air." Nama ini mencerminkan kekayaan alam wilayah tersebut yang subur dan didukung oleh banyak sumber air, seperti Sungai Konaweha, yang menjadi pusat kehidupan masyarakat. Konawe pernah menjadi pusat pemerintahan sebuah kerajaan yang didirikan oleh Mia Pade , seorang tokoh legendaris dalam sejarah Konawe. Kerajaan Konawe diperkirakan berdiri pada abad ke-15, sebelum masuknya pengaruh Islam ke Sulawesi Tenggara. Struktur Pemerintahan saat itu adalah,  Monarki Tradisional: Kerajaan Konawe...