Langsung ke konten utama

02 - Masa Pertumbuhan

Masa kecil vheyranda sangat bahagia, ia merupakan anak kesayangan dari pamannya yang seperti diketahui pamannya tidak menikah dan memantapkan diri untuk merawat vheyranda dengan cara dan aturannya sendiri. 

Paman vhey merupakan garis keturunan generasi Tiongkok Jepang, yang merupakan sayap kiri kelompok yakuza yang tidak memiliki darah jepang seutuhnya karena merupakan garis keturunan jauh keluarga tiongkok jepang, tetapi paman vheyranda adalah salah satu kelompok yakuza yang dihormati, terkenal dengan gaya asli pebisnis tiongkok yang dipadukan dengan seni kesetiaan dan ketegasan yakuza.

Vheyranda tumbuh dalam bayang-bayang budaya yakuza yang kuat, di mana setiap gerak-geriknya diawasi dengan ketat oleh pengawal pribadi yang berasal dari keluarga Hamada. Keluarga Hamada adalah sebuah keluarga yakuza yang terkenal dengan kemampuan pedang dan panah mereka, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menurut legenda, nenek moyang Hamada adalah seorang samurai yang membelot dari kerajaan dan menjadi ronin, sehingga keluarga mereka menjadi musuh kerajaan. Namun, seiring waktu, keluarga Hamada berhasil memulihkan reputasi mereka dan menjadi salah satu keluarga yakuza yang paling dihormati.

Vheyranda telah menunjukkan prestasi akademik yang luar biasa di sekolah, membuatnya mendapatkan kesempatan sekolah dengan sangat baik. Pamannya, yang telah menjadi figur ayah bagi Vheyranda sejak kecil, sangat mengutamakan pendidikan dan berharap Vheyranda dapat mencapai kesuksesan di masa depan.

Namun, ketika Vheyranda berusia 13 tahun, pamannya tiba-tiba memiliki pandangan yang berbeda. Ia merasa bahwa Vheyranda sudah pantas menikah dan memiliki kehidupan yang stabil. Tanpa mempertimbangkan keinginan Vheyranda, pamannya menerima lamaran dari seorang teman dekatnya yang menawarkan perlindungan dan jaminan kehidupan yang baik.

Vheyranda, yang saat itu sedang dalam proses menuju dewasa, merasa bahwa hidupnya yang sebatang kara membutuhkan pendamping selain pamannya yang sudah makin bertambah usia. Ia tidak sepenuhnya memahami keputusan pamannya, tetapi ia merasa bahwa pernikahan dapat menjadi solusi untuk kehidupannya yang tidak pasti.

Vheyranda menikah dengan Hiromi Hamada dari kebangsaan Kyoto yang merupakan partner kerja pamannya. Setelah menikahi vheyranda ada beberapa janji yang Hiromi lontarkan ke vheyranda sebagai bukti kasih sayangnya yaitu Hiromi tidak akan berhubungan sampai umur vheyranda baranjak 15 tahun.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kematangan dalam berkarir

Disaat Vheyranda menapaki usia dua puluh satu tahun dengan ambisi yang membara di balik dinding-dinding megah University of Tokyo. Ia bukan sekadar mahasiswi yang tenggelam dalam tumpukan buku tebal, melainkan seorang pengejar kebenaran yang mulai meniti karier sebagai jurnalis paruh waktu di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan tersebut. Hari-harinya adalah perpaduan ritme yang melelahkan antara ruang kelas yang penuh dengan teori akademis dan lapangan tugas yang menuntut kecepatan berpikir serta insting tajam. Vheyranda belajar untuk menyeimbangkan dua dunia; di satu sisi, ia adalah penuntut ilmu yang disiplin, sementara di sisi lain, ia adalah pemburu berita yang tak kenal lelah, meliput berbagai isu sosial di sudut-sudut Tokyo yang mungkin luput dari perhatian publik. Ketekunannya itu tidak sia-sia, karena perlahan namun pasti, ia membangun reputasi sebagai sosok yang gigih, hingga pada akhirnya, di usia dua puluh enam tahun, dedikasinya diganjar dengan posisi sebagai jurnalis penu...

Tokoh klasik Mia Pade dan Wekoila

Mia Pade adalah salah satu tokoh legendaris dalam sejarah dan budaya masyarakat di Konawe, Sulawesi Tenggara. Dalam tradisi lisan masyarakat setempat, Mia Pade dikenal sebagai seorang pemimpin perempuan yang bijaksana dan memiliki peran penting dalam proses mediasi dan penyelesaian konflik. Nama Mia Pade sering dikaitkan dengan nilai-nilai kebijaksanaan, keadilan, dan kemanusiaan. Ia dihormati karena kemampuannya untuk mendamaikan perselisihan antara kelompok atau komunitas yang berbeda di wilayah Konawe pada masa lalu. Kisahnya menjadi bagian dari warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun melalui cerita rakyat, nyanyian, dan ritual adat. Dalam beberapa versi cerita, Mia Pade juga digambarkan sebagai simbol kekuatan perempuan di tengah masyarakat yang cenderung patriarkal. Namanya sering kali digunakan sebagai inspirasi dalam berbagai kegiatan budaya, pendidikan, dan bahkan politik lokal di Konawe. Walau mempunyai kemiripan, Mia Pade dan Wekoila adalah dua tokoh yang berbed...

Sejarah wilayah Konawe

Perkembangan suku Tolaki, sangat terkait erat dengan sejarah wilayah Konawe dimana suku Tolaki sebagai penghuni asli wilayah tersebut. Konawe merupakan salah satu wilayah tertua di Sulawesi Tenggara yang memiliki jejak peradaban sejak masa pra-Islam, dengan struktur masyarakat yang telah terbentuk melalui kerajaan-kerajaan lokal. Awal mula nama "Konawe" berasal dari dua kata dalam Bahasa Tolaki, yaitu "Kona" yang berarti "tanah" dan "We" yang berarti "air." Nama ini mencerminkan kekayaan alam wilayah tersebut yang subur dan didukung oleh banyak sumber air, seperti Sungai Konaweha, yang menjadi pusat kehidupan masyarakat. Konawe pernah menjadi pusat pemerintahan sebuah kerajaan yang didirikan oleh Mia Pade , seorang tokoh legendaris dalam sejarah Konawe. Kerajaan Konawe diperkirakan berdiri pada abad ke-15, sebelum masuknya pengaruh Islam ke Sulawesi Tenggara. Struktur Pemerintahan saat itu adalah,  Monarki Tradisional: Kerajaan Konawe...